Dwi Rahmanto
Dwi Rahmanto Every Sphere has a Story

DINAMIKA LITOSFER : Karakteristik Lapisan Bumi

A. Struktur Lapisan Bumi

Struktur lapisan Bumi dibagi menjadi tiga lapisan utama berdasarkan komposisi dan sifat fisiknya, yaitu kerak bumi, mantel, dan inti bumi.

Kerak Bumi (Litosfer)

Lapisan paling luar dan paling tipis dari Bumi.

Ciri-ciri:

  • Ketebalan: ± 5–70 km

  • Suhu: ± 0–1.000°C

  • Tersusun dari batuan padat

  • Menjadi tempat berlangsungnya kehidupan

Jenis kerak:

  1. Kerak benua

    • Ketebalan ± 30–70 km

    • Tersusun dari Batuan Beku Granit yang banyak mengandung Silisium dan Aluminium (SiAl)

    • Contoh: benua Asia, Afrika

  2. Kerak samudra

    • Tebal ± 5–10 km

    • Tersusun dari Batuan Beku Basalt yang banyak mengandung Silisium dan Magnesium (SiMa)

    • Contoh: dasar Samudra Pasifik

Mantel Bumi (Selimut Bumi)

Lapisan di bawah kerak dan lapisan tertebal di Bumi.

Ciri-ciri:

  • Ketebalan: ± 2.900 km

  • Suhu: ± 1.000–3.500°C

  • Bersifat plastis (semi-cair)

  • Tersusun dari Batuan Beku Ultra Basa (Peridotit) yang banyak mengandung Magnesium (Mg) dan Besi (Fe) 

Bagian mantel:

  1. Mantel atas (Astenosfer)

    • Ketebalan ± 670 km.

    • Bersifat Plastis (Lunak dan dapat mengalir secara perlahan)

    • Tempat arus konveksi magma (penggerak lempeng)

  2. Mantel bawah (Mesosfer)

    • Ketebalan 670 - 2900 km

    • Bersifat Padat dan Kaku

Inti Bumi (Core)

Lapisan paling dalam dan paling panas.

Ciri-ciri:

  • Memiliki kedalaman 2900 - 5.150 km

  • Tersusun dari besi (Fe) dan nikel (Ni)

  • Suhu hingga ± 6.000°C

Bagian inti:

  1. Inti luar

    • Bersuhu 4.000°C – 5.000°C

    • Bersifat cair 

    • Berperan membentuk medan magnet Bumi

  2. Inti dalam 

    • Bersuhu 5.000°C – 6.000°C
    • Bersifat padat 

    • Berperan menstabilkan medan magnet bumi

D. Batas Diskontinuitas
Batas diskontinuitas adalah zona transisi atau bidang batas di dalam interior Bumi yang memisahkan lapisan-lapisan dengan karakteristik (fisik dan kimia) yang berbeda. Batas ini ditandai dengan perubahan mendadak pada kecepatan dan arah perambatan gelombang seismik (gempa). 

  1. Diskontinuitas Mohorovicic: Batas antara Kerak dan Mantel 
  2. Diskontinuitas Gutenberg: Batas antara Mantel dan Inti Luar 
  3. Diskontinuitas Lehmann: Batas antara Inti Luar dan Inti Dalam 

E. Fenomena Terkait Struktur Bumi

  • Arus Konveksi: Terjadi di lapisan astenosfer (mantel plastis). Panas dari inti bumi menyebabkan material mantel bergerak berputar, hal inilah yang mendorong lempeng-lempeng tektonik di atasnya bergeser, menyebabkan gempa dan gunung meletus.

  • Magnetosfer: Dihasilkan oleh inti luar yang cair. Medan magnet ini melindungi bumi dari radiasi matahari yang berbahaya.

Dwi Rahmanto
Dwi Rahmanto  Every Sphere has a Story

Komentar