A. Struktur Lapisan Bumi
Struktur lapisan Bumi dibagi menjadi tiga lapisan utama berdasarkan komposisi dan sifat fisiknya, yaitu kerak bumi, mantel, dan inti bumi.
Kerak Bumi (Litosfer)
Lapisan paling luar dan paling tipis dari Bumi.
Ciri-ciri:
-
Ketebalan: ± 5–70 km
-
Suhu: ± 0–1.000°C
-
Tersusun dari batuan padat
-
Menjadi tempat berlangsungnya kehidupan
Ketebalan: ± 5–70 km
Suhu: ± 0–1.000°C
Tersusun dari batuan padat
Menjadi tempat berlangsungnya kehidupan
Jenis kerak:
-
Kerak benua
-
Ketebalan ± 30–70 km
-
Tersusun dari Batuan Beku Granit yang banyak mengandung Silisium dan Aluminium (SiAl)
-
Contoh: benua Asia, Afrika
-
Kerak samudra
-
Tebal ± 5–10 km
-
Tersusun dari Batuan Beku Basalt yang banyak mengandung Silisium dan Magnesium (SiMa)
-
Contoh: dasar Samudra Pasifik
Kerak benua
-
Ketebalan ± 30–70 km
-
Tersusun dari Batuan Beku Granit yang banyak mengandung Silisium dan Aluminium (SiAl)
-
Contoh: benua Asia, Afrika
Kerak samudra
-
Tebal ± 5–10 km
-
Tersusun dari Batuan Beku Basalt yang banyak mengandung Silisium dan Magnesium (SiMa)
-
Contoh: dasar Samudra Pasifik
Mantel Bumi (Selimut Bumi)
Lapisan di bawah kerak dan lapisan tertebal di Bumi.
Ciri-ciri:
-
Ketebalan: ± 2.900 km
-
Suhu: ± 1.000–3.500°C
-
Bersifat plastis (semi-cair)
Tersusun dari Batuan Beku Ultra Basa (Peridotit) yang banyak mengandung Magnesium (Mg) dan Besi (Fe)
Ketebalan: ± 2.900 km
Suhu: ± 1.000–3.500°C
Bersifat plastis (semi-cair)
Tersusun dari Batuan Beku Ultra Basa (Peridotit) yang banyak mengandung Magnesium (Mg) dan Besi (Fe)
Bagian mantel:
-
Mantel atas (Astenosfer)
Ketebalan ± 670 km.
-
Bersifat Plastis (Lunak dan dapat mengalir secara perlahan)
-
Tempat arus konveksi magma (penggerak lempeng)
-
Mantel bawah (Mesosfer)
Ketebalan 670 - 2900 km
-
Bersifat Padat dan Kaku
Mantel atas (Astenosfer)
Ketebalan ± 670 km.
-
Bersifat Plastis (Lunak dan dapat mengalir secara perlahan)
-
Tempat arus konveksi magma (penggerak lempeng)
Mantel bawah (Mesosfer)
Ketebalan 670 - 2900 km
-
Bersifat Padat dan Kaku
Inti Bumi (Core)
Lapisan paling dalam dan paling panas.
Ciri-ciri:
Memiliki kedalaman 2900 - 5.150 km
-
Tersusun dari besi (Fe) dan nikel (Ni)
-
Suhu hingga ± 6.000°C
Memiliki kedalaman 2900 - 5.150 km
Tersusun dari besi (Fe) dan nikel (Ni)
Suhu hingga ± 6.000°C
Bagian inti:
-
Inti luar
Bersuhu 4.000°C – 5.000°C
-
Bersifat cair
-
Berperan membentuk medan magnet Bumi
-
Inti dalam
- Bersuhu 5.000°C – 6.000°C
-
Bersifat padat
Berperan menstabilkan medan magnet bumi
Inti luar
Bersuhu 4.000°C – 5.000°C
-
Bersifat cair
-
Berperan membentuk medan magnet Bumi
Inti dalam
- Bersuhu 5.000°C – 6.000°C
-
Bersifat padat
Berperan menstabilkan medan magnet bumi
- Diskontinuitas Mohorovicic: Batas antara Kerak dan Mantel
- Diskontinuitas Gutenberg: Batas antara Mantel dan Inti Luar
- Diskontinuitas Lehmann: Batas antara Inti Luar dan Inti Dalam
E. Fenomena Terkait Struktur Bumi
Arus Konveksi: Terjadi di lapisan astenosfer (mantel plastis). Panas dari inti bumi menyebabkan material mantel bergerak berputar, hal inilah yang mendorong lempeng-lempeng tektonik di atasnya bergeser, menyebabkan gempa dan gunung meletus.
Magnetosfer: Dihasilkan oleh inti luar yang cair. Medan magnet ini melindungi bumi dari radiasi matahari yang berbahaya.