Dwi Rahmanto
Dwi Rahmanto Every Sphere has a Story

DINAMIKA LITOSFER : TENAGA ENDOGEN dan Pengaruhnya terhadap Kehidupan

Tenaga Pembentuk Muka Bumi

Tenaga Endogen adalah tenaga yang berasal dari dalam Bumi yang bersifat membangun (konstruktif) bentang alam di permukaan Bumi. Tenaga ini digerakkan oleh panas internal Bumi yang menciptakan arus konveksi di lapisan mantel.

Tenaga endogen dibagi menjadi tiga fenomena utama: Tektonisme, Vulkanisme, dan Seisme.


1. Tektonisme

Tektonisme adalah fenomena perubahan letak atau bentuk lapisan kulit Bumi akibat pergerakan lempeng.

A. Gerak Epirogenetik (Lambat)

Gerakan pengangkatan atau penurunan benua yang sangat lambat dan meliputi wilayah yang luas.

  • Epirogenetik Positif: Daratan seolah-olah turun, permukaan laut seolah naik. (Contoh: Turunnya pulau-pulau di Indonesia Timur).

  • Epirogenetik Negatif: Daratan seolah-olah naik, permukaan laut seolah turun. (Contoh: Naiknya Pantai Skandinavia).

B. Gerak Orogenetik (Cepat)

Gerakan kerak Bumi yang relatif cepat dan meliputi wilayah sempit. Menghasilkan dua bentuk utama:

  1. Lipatan (Fold): Terjadi karena tekanan mendatar pada batuan yang lentur. Bagian puncak disebut Antiklinal, bagian lembah disebut Sinklinal. (Contoh: Pegunungan Himalaya).

  2. Patahan (Fault): Terjadi karena tekanan pada batuan yang keras sehingga retak atau patah. Bagian yang naik disebut Horst, bagian yang turun disebut Graben/Slenk. (Contoh: Patahan Semangko di Sumatera).


2. Vulkanisme

Vulkanisme adalah proses keluarnya magma dari dalam Bumi menuju ke permukaan Bumi.

A. Intrusi Magma

Magma menyusup di antara lapisan batuan tetapi tidak sampai ke luar permukaan Bumi. Bentuknya antara lain:

  • Batolit: Magma beku di dalam dapur magma.

  • Lakolit: Magma menyusup dan membentuk cembung seperti lensa.

  • Sill: Magma membeku tipis di antara dua lapisan batuan.

B. Ekstrusi Magma (Erupsi)

Magma yang sampai ke permukaan Bumi (disebut Lava).

  • Berdasarkan Bentuk Gunung Api:

    1. Gunung Api Perisai: Lava sangat cair, lereng sangat landai. (Contoh: Gunung Mauna Loa di Hawaii).

    2. Gunung Api Maar: Erupsi eksplosif (ledakan) sekali, membentuk lubang besar/danau. (Contoh: Gunung Lamongan).

    3. Gunung Api Strato: Campuran ledakan dan lelehan, berbentuk kerucut berlapis. (Contoh: Gunung Merapi, Gunung Semeru).


3. Seisme (Gempa Bumi)

Seisme adalah getaran yang terjadi di permukaan Bumi akibat pelepasan energi dari dalam secara tiba-tiba.

A. Istilah Penting Seisme

  • Hiposentrum: Pusat gempa di dalam Bumi.

  • Episentrum: Titik di permukaan Bumi yang tegak lurus di atas hiposentrum.

  • Seismograf: Alat pengukur getaran gempa.

B. Klasifikasi Berdasarkan Penyebab

  1. Gempa Tektonik: Akibat pergeseran lempeng (paling umum dan merusak).

  2. Gempa Vulkanik: Akibat aktivitas gunung api menjelang atau saat erupsi.

  3. Gempa Runtuhan: Akibat runtuhnya lubang tambang atau gua bawah tanah.

Dwi Rahmanto
Dwi Rahmanto  Every Sphere has a Story

Komentar