Dwi Rahmanto
Dwi Rahmanto Every Sphere has a Story

DINAMIKA LITOSFER : Pembentukan Tanah dan Persebaran Jenis Tanah

 Pedosfer adalah lapisan paling atas dari permukaan bumi yang tersusun dari campuran material mineral, bahan organik, air, dan udara yang mendukung kehidupan tumbuhan.

1. Faktor Pembentuk Tanah (Rumus Hans Jenny)

Tanah terbentuk melalui proses kompleks yang dipengaruhi oleh 5 faktor utama:

T = f (I, O, P, T, W)
  • Iklim (I): Faktor paling dominan. Suhu dan curah hujan mempercepat proses pelapukan batuan.

  • Organisme (O): Hewan, tumbuhan, dan mikroorganisme membantu penguraian bahan organik (humus) dan menggemburkan tanah.

  • Batuan Induk (P/Parent Material): Jenis batuan asal menentukan kandungan mineral dan warna tanah.

  • Topografi/Relief (T): Kemiringan lereng memengaruhi ketebalan tanah. Lereng curam biasanya memiliki tanah tipis karena mudah tererosi.

  • Waktu (W): Tanah memerlukan waktu ratusan hingga ribuan tahun untuk terbentuk secara sempurna (Tanah Muda $\rightarrow$ Dewasa $\rightarrow$ Tua).


2. Profil Tanah (Horizon Tanah)

Jika tanah diiris secara vertikal, akan terlihat lapisan-lapisan yang disebut Horizon Tanah:

  1. Horizon O (Organik): Lapisan teratas yang kaya akan humus dan sisa tanaman (serasah).

  2. Horizon A (Topsoil): Tanah atas yang subur, berwarna gelap, tempat utama akar tumbuhan berkembang.

  3. Horizon E (Eluviasi): Lapisan pencucian, biasanya berwarna cerah karena mineralnya telah hanyut terbawa air ke bawah.

  4. Horizon B (Illuviasi): Tempat penumpukan mineral yang tercuci dari atas.

  5. Horizon C (Substratum): Lapisan batuan induk yang baru mulai melapuk (belum jadi tanah sepenuhnya).

  6. Horizon R (Bedrock): Batuan induk yang masih keras dan utuh.


3. Jenis-Jenis Tanah di Indonesia

  • Tanah Aluvial: Endapan sungai, sangat subur (Lembah sungai dan pesisir).

  • Tanah Andosol: Berasal dari abu vulkanik, sangat subur (Lereng gunung api).

  • Tanah Organosol (Gambut): Dari pembusukan rawa, kurang subur (Sumatera dan Kalimantan).

  • Tanah Grumusol: Berasal dari batu kapur, pecah-pecah saat kemarau (Jawa Tengah/Timur).

  • Tanah Laterit: Tanah "tua" yang mineralnya sudah tercuci habis, tidak subur dan berwarna merah bata.


4. Lahan Kritis dan Konservasi Tanah

Lahan kritis adalah tanah yang sudah rusak fungsinya akibat erosi atau penggunaan berlebihan.

Cara Menyelamatkan Tanah (Konservasi):

  • Metode Vegetatif: Menanam tumbuhan (Reboisasi, Crop Rotation, atau penanaman menurut garis kontur).

  • Metode Mekanik: Mengubah fisik lahan (Terasering/Sengkedan, pembuatan pematang atau waduk).

  • Metode Kimiawi: Pemberian kapur atau pemupukan organik untuk memperbaiki zat hara.


Dwi Rahmanto
Dwi Rahmanto  Every Sphere has a Story

Komentar